Langsung ke konten utama

BEM Uncen Tolak Perdaus

UBI --- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Uncen mendesak DPRP agar segera mencabut Perdasus nomor 4 tahun 2010 yang mengatur tata cara pemillihan angggota Majelis Rakyat Papua periode 2011-2016.

Ketua BEM Uncen Fakultas Hukum , Thomas CH Syuffi mengatakan pihaknya tidak mendukung pembentukan lembaga Majelis Rakyat Papua karena bukan lembaga yang mewakili kultur di Papua. “Apalagi menyangkut Perdasus yang mengatur tata cara perekrutan calon anggota Majelis Rakyat Papua mendatang sama sekali kami tidak mendukungnya,” kata Thomas Syuffi di Jayapura, Jumat (21/1).

Dia menambahkan, fungsi legislasi DPRP sebaiknya dipertimbangkan secara bijaksana dalam menyusun dan merevisi Perdasus bakal calon anggota MRP periode 2011-2016. Menurutnya, Perdasus justru membatasi ruang gerak Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk berpihak pada masyarakat asli Papua.

“Kalau tidak, lembaga MRP dibubarkan saja karena sudah terang-terangan tidak memihak masyarakat Papua,” tuturnya.

Dia menilai MRP sebagai boneka bagi Pemerintah Pusat dan Daerah sehingga tidak dihargai di mata masyarakat Papua. Lanjutnya, Perdasus bagi anggota MRP juga dinilai tidak menghargai masyarakat Papua karena tidak mampu menjawab semua persoalan yang terjadi di Papua.

“Kami menghimbau DPRP dan Pemerintah Pusat agar membuka ruang dialog dengan masyarakat Papua untuk membahas keberadaan MRP di Papua,” ujarnya. (Karolus/Victor M)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Sang Khalik Memanggil Pulang

 Mendung hitam di langit akhir September  2014 seakan memberi isyarat pada penghuni jagat bahwa ada unsur kehidupan semesta yang pamit pulang ke keabadian. Berpisah kepada kehidupan untuk kembali lagi ke tanah. Penghujung September kelabu, tak ada  riang menghiasi wajah-wajah anak jagat. Malaikat maut merampas kebahagiaan, menghalau kegembiraan. Menyoraki tangisan dan nestapa. Lonceng kematian terus berdentang kuat, mendendangkan kidung-kidung nestapa. Mendiang bapak Hermanus Huru pamit pulang ke rahim Ilahi. Pamit tanpa basa-basi, namun meninggalkan wasiat-wasiat tersirat menjadi catatan-catatan dan kenangan-kenangan yang terbungkus rapi dalam balutan kalbu.  "Sebelum saya dipanggil pulang, Tuhan perkenankan saya melihat anak-anakku bahagia". Sepenggal doa dirapalkannya ke langit yang rupanya disambut baik sang Khalik.  Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya saat perjalanan pulang dari RSUD Ben Mboy Ruteng, beliau dibuntuti sejumlah penyakit mulai dari khatara...

Kids Zaman Now, Korban Perhambaan Teknologi?

 Istilah 'Kids Zaman Now' lebih diperuntukkan bagi anak-anak atau kalangan yang hidup di zaman sekarang. Perbedaan gaya hidup 'Kids Zaman Old' dan Kids Zaman Now' terletak pada kebiasaan. Kehidupan 'Kids Zaman Old' lebih mendominasi ruang nyata, sementara 'Kids Zaman Now' lebih mendominasi ruang maya. Kids Zaman Old ditandai dengan kesenangan seperti bermain kucing- kucingan, kejar-kejaran. Sedangkan Kids Zaman Now ditandai dengan kesenangan berselancar di internet, bermain game dan sejenisnya.Barangkali itulah yang membedakan Kids Zaman Old dan Zaman Now. Kata Kids sebagai bentuk jamak dari kid, diserap dan diadaptasi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Kid berarti anak, sedangkan kids berarti anak-anak. Jadi, Kids Zaman Now berarti anak-anak yang hidup dizaman sekarang. Apa yang membedakan kehidupan anak-anak zaman sekarang dan zaman dulu adalah kebiasaan dan gaya hidup. Kids Zaman Now adalah generasi yang lahir tahun 90-an hingga tahun 2000-a...

Guru Kampung Tapi Bukan Kampungan

Siswa SMPN 23 Senopi sedang mendengar arahan guru   Menjadi guru di daerah pedalaman (pelosok) negeri bukan sesuatu yang mudah. Betul-betul mesti memiliki jiwa pengabdian, jiwa militan dan siap menerima konsekuensi apapun. Dengan prinsip "memanusiakan manusia" sebagai spirit penopang untuk tetap menjalankan tugas dan pengabdian. Menghadapi siswa-siswi yang berada di perkampungan (pedalaman) berarti peserta didiknya memiliki latar belakang kebudayaan hampir sama alias berasal dari masyarakat homogen. Situasi belajar dan pembelajaran di pedalaman yang jauh dari hiruk-pikuk suasana perkotaan menjadikan para guru memiliki pengalaman lebih asyik dan catatan sejarah tersendiri.  Itulah gambaran para guru yang sementara ini bertugas di SMPN 23 Senopi, kabupaten Tambrauw Papua Barat. Sekolah ini berada di sisi jalan Trans Papua Barat. Meskipun letak sekolah ini di pelosok kabupaten Tambrauw, namun setidaknya dari segi akses transportasi darat cukup lancar karena menghubungkan dua kot...