Langsung ke konten utama

Perda Di Waropen Tak Jamin Hak Masyarakat Adat

irektur Yayasan Pengembangan dan Pengelolaan Masyarakat Sipil Papua (YPLMSP) Kabupaten Waropen, Yulianus Kowela menilai semua produk Perda (Peraturan Daerah) di Kabupaten Waropen tidak menjamin hak masyarakat adat karena sampai saat ini masih ada pihak tertentu merusak lingkungan alam sebagai hak masyarakat adat.

“Peraturan daerah tentang perlindungan hak masyarakat adat mencakup tanah, hutan dan laut belum stabil di Waropen, karena masih ada orang melakukan pembalakan liar di beberapa hutan adat sehingga dinilai perampasan terhadap hak masyarakat adat,” ujarnya, Jumat (4/2) di Jayapura.

Dia mencontohkan pembalakan liar terjadi di tiga kawasan hutan adat di Yapen Barat, yaitu Yaipe, Kaminepi dan Wapoga. Dia mengaku kasus pembalakan liar itu disebabkan karena semakin menjamurnya perusahaan kayu di Yapen Barat sehingga aktivitas penebangan liar terjadi setiap hari.

“Kami tetap berkoordinasi dengan pihak pemerintah untuk membatasi wilayah garapan pengusaha kayu agar hutan adat tidak terancam punah,” ujar Yulianus.

Terkait itu, dia mengusulkan ke pihak pemerintah segera ditetapkan penggunaan sensor di Kabupaten Yapen Waropen supaya masyarakat setempat tidak mudah menebang kayu secara ilegal di hutan adat. Sebagai bentuk perhatian tehadap kelestarian alam, pihaknya juga mendesak Pemerintah Kabupaten Yapen dan Waropen segera membuat Perda khusus penggunaan senapan angin mengingat populasi burung cenderawasih mulai menurun drastis karena tiap hari terjadi perburuan liar.

Khusus Perda tentang perlindungan hak masyarakat adat, kata dia, seharusnya perlu diseriusi lagi pihak pemerintah supaya hak-hak masyarakat adat tetap terjamin. “Kami harap Perda yang melindungi hak masyarakat adat perlu ditegaskan kembali pihak pemerintah,”. (Karolus)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Sang Khalik Memanggil Pulang

 Mendung hitam di langit akhir September  2014 seakan memberi isyarat pada penghuni jagat bahwa ada unsur kehidupan semesta yang pamit pulang ke keabadian. Berpisah kepada kehidupan untuk kembali lagi ke tanah. Penghujung September kelabu, tak ada  riang menghiasi wajah-wajah anak jagat. Malaikat maut merampas kebahagiaan, menghalau kegembiraan. Menyoraki tangisan dan nestapa. Lonceng kematian terus berdentang kuat, mendendangkan kidung-kidung nestapa. Mendiang bapak Hermanus Huru pamit pulang ke rahim Ilahi. Pamit tanpa basa-basi, namun meninggalkan wasiat-wasiat tersirat menjadi catatan-catatan dan kenangan-kenangan yang terbungkus rapi dalam balutan kalbu.  "Sebelum saya dipanggil pulang, Tuhan perkenankan saya melihat anak-anakku bahagia". Sepenggal doa dirapalkannya ke langit yang rupanya disambut baik sang Khalik.  Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya saat perjalanan pulang dari RSUD Ben Mboy Ruteng, beliau dibuntuti sejumlah penyakit mulai dari khatara...

Penjajahan Pribadi

Pribadi kita dilahirkan ke semesta untuk suatu tujuan, untuk diri sendiri dan orang lain. Memiliki tujuan apabila berguna dan bermanfaat/berfaedah. Berguna bagi diri sendiri jika sanggup mempertahankan kehidupan yang sedang dialami, dalam bentuk dan cara apa saja. Sementara bagi orang lain atau sesama, berguna jika membawa keuntungan, dalam arti membawa efek yang baik.  Pribadi adalah manusia sebagai perseorangan (KBBI). Jadi, disebut pribadi apabila jika ditujukan kepada per-orang. Pribadi hanya khusus disebut untuk manusia! Tempat pertama manusia hidup adalah rahim ibu. Siapapun yang mengaku pribadi manusia, tidak pernah mengetahui pengalaman-pengalaman selama dalam kandungan, kecuali yang mengandung.  Baru setelah di alam kedua, seorang pribadi berinteraksi dengan lingkungan sosial yang disebut keluarga. Di sinilah tempat pertama pembentukan pribadi. Termasuk ajaran-ajaran apapun maupun mitos-mitos dalam semua dimensinya turut berpengaruh dalam pola sikap dan pengambilan ke...

Kids Zaman Now, Korban Perhambaan Teknologi?

 Istilah 'Kids Zaman Now' lebih diperuntukkan bagi anak-anak atau kalangan yang hidup di zaman sekarang. Perbedaan gaya hidup 'Kids Zaman Old' dan Kids Zaman Now' terletak pada kebiasaan. Kehidupan 'Kids Zaman Old' lebih mendominasi ruang nyata, sementara 'Kids Zaman Now' lebih mendominasi ruang maya. Kids Zaman Old ditandai dengan kesenangan seperti bermain kucing- kucingan, kejar-kejaran. Sedangkan Kids Zaman Now ditandai dengan kesenangan berselancar di internet, bermain game dan sejenisnya.Barangkali itulah yang membedakan Kids Zaman Old dan Zaman Now. Kata Kids sebagai bentuk jamak dari kid, diserap dan diadaptasi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Kid berarti anak, sedangkan kids berarti anak-anak. Jadi, Kids Zaman Now berarti anak-anak yang hidup dizaman sekarang. Apa yang membedakan kehidupan anak-anak zaman sekarang dan zaman dulu adalah kebiasaan dan gaya hidup. Kids Zaman Now adalah generasi yang lahir tahun 90-an hingga tahun 2000-a...