Langsung ke konten utama

Kontras : Kami Tetap Share Isu Papua

Terkait masih lemahnya hukum Negara untuk menyelesaikan sejumlah kasus kejahatan kemanusiaan di Papua, yakni penghilangan manusia Papua oleh aparat Negara dari generasi ke generasi, ditanggapi Olga Helena Hamadi, Ketua Kontras. Menurutnya, kasus penghilangan manusia Papua oleh aparat Negara adalah persoalan penting dan fundamental di Papua dan belum adanya kebijakan hukum yang tepat untuk menyelesaikan persoalan.

“Walaupun sejauh ini hukum Negara tidak menyelesaikan tuntas kejahatan kemanusiaan di Papua, kami tetap mengkampanyekan dan menshare ke dunia Internasional terkait perkembangan informasi di Papua terutama kejahatan kemanusiaan,” ujar Olga, Senin (13/6) di Jayapura.

Menurutnya, setiap pelaku kejahatan kemanusiaan di Papua masih mendapat impunitas hukum dan adanya kecenderungan dari Pemerintah membiarkan pelaku kejahatan tidak diadili sesuai sistem hukum Negara yang legal. “Pelaku kejahatan kemanusiaan oleh aparat Negara mendapat kekebalan hukum dan didukung sikap apatis dari Pemerintah,” terangnya.

Sejumlah contoh kasus penghilangan dan kejahatan kemanusiaan adalah penculikan dan pembunuhan Theys Hiyo Eluway serta penghilangan sopirnya Aristoteles Masoka 10 November 2001, Abepura 16 Maret 2006 dan penembakan Opinus Tabuni 9 Agustus 2008.

Olga mengatakan, pihaknya tetap mengikuti proses perkembangan kasus tersebut dan mensharekan kasus kejahatan kemanuisaan yang lain ke dunia Internasonal dan Negara-Negara yang konsen terhadap isu kemanusiaan. “Sebab bila pelaku kejahatan kemanusiaan mendapat impunitas hukum Negara, maka alternatifnya adalah Mahkamah Internasional,” tutupnya. (Karolus).
Add Comment

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Sang Khalik Memanggil Pulang

 Mendung hitam di langit akhir September  2014 seakan memberi isyarat pada penghuni jagat bahwa ada unsur kehidupan semesta yang pamit pulang ke keabadian. Berpisah kepada kehidupan untuk kembali lagi ke tanah. Penghujung September kelabu, tak ada  riang menghiasi wajah-wajah anak jagat. Malaikat maut merampas kebahagiaan, menghalau kegembiraan. Menyoraki tangisan dan nestapa. Lonceng kematian terus berdentang kuat, mendendangkan kidung-kidung nestapa. Mendiang bapak Hermanus Huru pamit pulang ke rahim Ilahi. Pamit tanpa basa-basi, namun meninggalkan wasiat-wasiat tersirat menjadi catatan-catatan dan kenangan-kenangan yang terbungkus rapi dalam balutan kalbu.  "Sebelum saya dipanggil pulang, Tuhan perkenankan saya melihat anak-anakku bahagia". Sepenggal doa dirapalkannya ke langit yang rupanya disambut baik sang Khalik.  Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya saat perjalanan pulang dari RSUD Ben Mboy Ruteng, beliau dibuntuti sejumlah penyakit mulai dari khatara...

Penjajahan Pribadi

Pribadi kita dilahirkan ke semesta untuk suatu tujuan, untuk diri sendiri dan orang lain. Memiliki tujuan apabila berguna dan bermanfaat/berfaedah. Berguna bagi diri sendiri jika sanggup mempertahankan kehidupan yang sedang dialami, dalam bentuk dan cara apa saja. Sementara bagi orang lain atau sesama, berguna jika membawa keuntungan, dalam arti membawa efek yang baik.  Pribadi adalah manusia sebagai perseorangan (KBBI). Jadi, disebut pribadi apabila jika ditujukan kepada per-orang. Pribadi hanya khusus disebut untuk manusia! Tempat pertama manusia hidup adalah rahim ibu. Siapapun yang mengaku pribadi manusia, tidak pernah mengetahui pengalaman-pengalaman selama dalam kandungan, kecuali yang mengandung.  Baru setelah di alam kedua, seorang pribadi berinteraksi dengan lingkungan sosial yang disebut keluarga. Di sinilah tempat pertama pembentukan pribadi. Termasuk ajaran-ajaran apapun maupun mitos-mitos dalam semua dimensinya turut berpengaruh dalam pola sikap dan pengambilan ke...

Kids Zaman Now, Korban Perhambaan Teknologi?

 Istilah 'Kids Zaman Now' lebih diperuntukkan bagi anak-anak atau kalangan yang hidup di zaman sekarang. Perbedaan gaya hidup 'Kids Zaman Old' dan Kids Zaman Now' terletak pada kebiasaan. Kehidupan 'Kids Zaman Old' lebih mendominasi ruang nyata, sementara 'Kids Zaman Now' lebih mendominasi ruang maya. Kids Zaman Old ditandai dengan kesenangan seperti bermain kucing- kucingan, kejar-kejaran. Sedangkan Kids Zaman Now ditandai dengan kesenangan berselancar di internet, bermain game dan sejenisnya.Barangkali itulah yang membedakan Kids Zaman Old dan Zaman Now. Kata Kids sebagai bentuk jamak dari kid, diserap dan diadaptasi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Kid berarti anak, sedangkan kids berarti anak-anak. Jadi, Kids Zaman Now berarti anak-anak yang hidup dizaman sekarang. Apa yang membedakan kehidupan anak-anak zaman sekarang dan zaman dulu adalah kebiasaan dan gaya hidup. Kids Zaman Now adalah generasi yang lahir tahun 90-an hingga tahun 2000-a...