Noken atau biasa disebut tas asli Papua bukan sekedar jinjingan untuk mengisi barang-barang bawaan. Tapi memiliki nilai ekonomi guna menyambung kebutuhan hidup dalam keluarga.
“Kami banyak anggota dalam keluarga. Belum lagi yang kuliah di Perguruan Tinggi Swasta di Jayapura yang cukup mahal. Biaya kuliah mereka dari hasil jualan noken,” ucap Klara Dou, Senin (17/2) di Abepura Papua.
Taruhan harga standar noken kepada Pelanggan biasanya berkisar Rp. 50.000, 00 hingga Rp. 100.000, 00. Harga noken berkualitas dua kali lipat dari harga standar. “Ada cukup banyak pembeli noken tiap harinya. Tapi yang paling banyak anak-anak kuliah,” katanya.
Biasa disebut mama Klara, petenung Noken asal Paniai sudah berpuluhan tahun domisili di Jayapura bersama dengan keluarganya. Berhasil memenuhi kebutuhan hidup keluarganya berkat talenta tenung noken.
Dia menuturkan, tempat jualan noken selalu didatangi pelanggan setiap hari. Adapun warna noken bervariasi sesuai dengan simpati pembeli berbeda.
“Sambil pajang noken yang sudah ditenung, saya memintal untuk pemesan yang sudah lebih dulu memesan,” katanya. (Nana Carol)
Mendung hitam di langit akhir September 2014 seakan memberi isyarat pada penghuni jagat bahwa ada unsur kehidupan semesta yang pamit pulang ke keabadian. Berpisah kepada kehidupan untuk kembali lagi ke tanah. Penghujung September kelabu, tak ada riang menghiasi wajah-wajah anak jagat. Malaikat maut merampas kebahagiaan, menghalau kegembiraan. Menyoraki tangisan dan nestapa. Lonceng kematian terus berdentang kuat, mendendangkan kidung-kidung nestapa. Mendiang bapak Hermanus Huru pamit pulang ke rahim Ilahi. Pamit tanpa basa-basi, namun meninggalkan wasiat-wasiat tersirat menjadi catatan-catatan dan kenangan-kenangan yang terbungkus rapi dalam balutan kalbu. "Sebelum saya dipanggil pulang, Tuhan perkenankan saya melihat anak-anakku bahagia". Sepenggal doa dirapalkannya ke langit yang rupanya disambut baik sang Khalik. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya saat perjalanan pulang dari RSUD Ben Mboy Ruteng, beliau dibuntuti sejumlah penyakit mulai dari khatara...
Komentar
Posting Komentar